huwaaaaaa~ *balik dari peradaban* akhirnya saya kembali membawa cerita~ XDD [mianhae postnya lama >,<;]

tapi drama gitu ceritanya, mudah2an dapat memuaskan…

oia, jgn lupa kasih komen klanjutannya hrs gmn yaa, part 2 nya sdng proses~ so, enjoy yo~^^

—————————-

 

 

Kau tau rasanya? Kini ku terombang ambing dengan perasaan yang tak menentu kini… Apalah yang harus kuperbuat? Aku pun tak tahu…

————————-

 

Maliq n D’Essensial – Lil Thing.

Yap, lagu ini lah yang slalu terngiang saat kuingat dirimu. Kamu bukan siapa-siapa, namun saat sekalinya bertemu bisa membuatku terngiang dan merasa you are the one.

“Yoomi-ya! Bengong mulu, gimana suami lu?” Yanne memecah lamunanku

“Biasa, dia sibuk dgn pkerjaannya, biasa, artis~”

Aku Ah Yoomi, call me Yoomi. Yap, aku istri dari artis yg sdg naik daun akhir2 ini, Park Jay Bum yg lbh sering dikenal Jay Park. Semua wanita senang melihatnya, memikirkan hal indah tentang dirinya, namun tidak bagiku.

 

Hari ini seperti biasa, aku bekerja menjadi CEO management model di Gwangju, saat tiba di apartemen, jay (begitu aku memanggilnya) hanya menuliskan notes di kulkas dia pulang malam. Huufftt, sebenarnya aku sudah tak tahan dengan pernikahan ini, namun aku tak tega buah hati di kandunganku tidak mempunyai ayah saat dia lahir nanti. 5bulan lagi, ya, mudah2an aku bisa kuat.

 

-2am-

Grsskkk. Kurasakan dia duduk di pinggir ranjang.

“Sudah pulang?” Aku bertanya tanpa menoleh ke arahnya

“Yo” jawabnya singkat lalu merebahkan diri disebelahku, kutengok sebentarn, dan, ya, seperti biasa, dia tidur memunggungiku.

Tak ada yang bisa kulakukan.

 

——–

 

“Mi, you should’ve go! Move on dong! Lu jadi istri begitu2 ajah kehidupan lu ga akan maju!” Heeyeol marah-marah, ya, sudah biasa sih dia memarahiku karena pilihan hidupku yang begini

“Ya kan lu juga tau kali kenapa dia begitu” ucap yanne sambil menyodorkan kopi

“Gue tau, cuma ya kan ksian aja gitu, musti nikah cuma kejadian kayak gitu dan akhirnya nyiksa kedua-duanya!” Heeyeol malah marahin yanne juga

“Kejadian apa deh? Kepo dong~ emg dia ama jay napa?” Tanya Jaeya, teman lamaku yang sekarang sudah jadi desaigner terkenal yang baru kembali dari Jepang

 

««« Flashback 4bulan yg lalu

“Ahh~ emmhh~ oh yeahh~ god! Damn it!

“You great honey, mmhh, aahh~

“Again!

“Eesshhh aahhh~

-morning-

“Jebum-aahh~ jebum~” suara ajuhma yang terngiang bagai mimpi

Tok! Tok! Tok! Sreeetttt~

“EOMMONA!!! YAAAAA!!!! PARK JAE BUM!! AH YOO MI!!!! KALIAN SEDANG APA?!!! YA!! IREONA!!!!” Adegan mimpiku berlanjut eommanya jaebum memukul2 anaknya yang topless, wah~ badan jaebum bagus jg, mimpi yang indah, pikirku. Tak lama eommanya pun memukulku, eommomo, mwoya ige? Apho~ saat ku buka mataku penuh, omg! Kenapa aku ada di ranjang jaebum? Dan tidak memakai apa-apa? Astaga! Saat kusadar ini bukan mimpi langsung kutarik selimut untuk menutupi badanku dan badan bawah jaebum yang sempat membuatku merinding dari ujung kepala sampai ujung kaki. Apa yang telah kami lakukan, Tuhan?!

Kamipun di sidang di depan orangtuaku dan orangtua jaebum. Kami telah melakukan dosa besar kemarin malam. Oh Tuhaann~

“Jaebum-ah, kemarin kalian ngapain eh?” Appa jaebum mulai angkat bicara memecah keheningan

“Mm.. Mmmm… Na, na do, molla…” Ucapnya pelan

“Bagaimana bisa kamu gatau?!!” Appaku mulai gusar

“Hhaahhh… Coba kamu ceritakan kemarin kalian ngapain selama appa dan eomma pergi ke rumah nenek” tanya eomma jaebum bijak

“Mianhamnida, jeongmal mianhamnida…. Yang aku ingat sih, kemarin kami membicarakan event hingga suntuk, lalu karena bosan kami pun main game dan pergi minum, lalu aku tak ingat lagi….”

“Kamu ini…!!!!” Appa jaebum mengangkat tangannya tp ditahan istrinya

“Bagaimana dengan kasurnya?” Tanya eommaku dengan wajah cemas

“A… Ada…” Jawab eomma jaebum penuh sesal

“Hhhmmmm” semua menghela nafas

“Tak ada jalan lain. Anakmu harus bertanggungjawab Park-nim” appaku memandang appa jaebum dengan tegas dibalas anggukan appa jaebum, dan akhirnya 1bulan kemudianpun kami pun menikah, sejalan dari kejadian itu hingga 2minggu berikutnya aku tidak haid, dpt dipastikan aku hamil, ya, anak Jay…

»»» Flashback end

 

“Jadi kalian tu gada saling cinta sebenernya?” Jaeya penasaran

“Ya begitulah, saat kami menikahpun banyak yang tersakiti…” Jawabku sambil melirik pemilik kafe

“Eommo, hoksi…..” Akupun mengangguk

Kim jaejoong, pemilik kafe ini adalah kecenganku dulu. Tidak, kecenganku hingga kini, hingga anak dalam kandunganku ini ada sekarang! Dan aku masih percaya bahwa he’s the one! Am I nuts? Lemme be then. Entah apa yang ada dipikiranku. Dia adalah teman satu kelas saat kuliah dulu. Kami kenal dan hanya sebatas itu. Namun, setiap kali ku menatapnya, dia memberi arti, setiap dia memandangku, ada getaran tersendiri yang menyelubungi hatiku, walau sebenarnya aku tidak pernah ada pikiran bahwa akan suka padanya.  Like maliq’s song “lil thing”, yap, dunno what made me feel like he’s the one. Walaupun waktu itu aku punya pacar, dia pun demikian, namun perasaan yang berkata bahwa he’s the one tidak pernah hilang…

May I believe this feeling? Why am I so admire him? Kim jaejoong, mianhae saranghae…

———————–

 

Setelah kejadian itupun aku hanya bisa berpikir saat-saat indah brsama jaejoong saat kuliah dulu. Acara yang diadakan universitas yang membuat kami lebih dekat dari hanya sekedar kenal. Jay pun pernah manggung saat acara itu, walau saat itu dia masih bersama grupnya, 2pm. Hyunseul, teman kuliahku,suka sekali dengan jay, memang saat masa keemasan 2pm dgn again and againnya sempat membuat heboh Korea. Namun saat pemberitahuan jay keluar dari 2pm membuat hyunseul menjadi sebal dan berbalik membenci jay, walau masih ada serpihan suka dalam hati kecilnya, ya, hyunseul mantan jay saat sma-nya dulu.

Jaejoong yang waktu itu masih aktif dalam tvxq menjadi idola banyak orang. Aku hanya kagum, walau keyakinan he’s the one tetap ada. Jaejoong, aku memandangi fotonya bersamaku saat acara itu berakhir..

“Yoomi-ya, sedang apa?” Kudengar jay memanggilku dari ruang tengah, kuusap dan kutahan tangisku, pasang senyum, hap!

“Waeyo, jay?” Jawabku sambil berjalan ke ruang tengah

“Ani, geunyang….. Itu.. Jaejoong bukan?” Telunjuknya menghadap ke arah tv

OMG. Mengapa di saat seperti ini….. Aku tidak pernah berpikir bahwa jaejoong akan kembali bernyanyi dan menghiasi layar kaca. JYJ. Begitulah grupnya kini, walau tvxq tetap bertahan dengan uknow dan max di dalamnya. Jaejoong, kim jaejoong. Cukup sudah, aku tak tahan lagi

“Kenapa berdiri saja? Sin….. Ya! Yoomi-ya~ kok malah nangis?

Tak sadar ternyata tangisanku lepas disaat seperti ini. Maafkan aku jay, aku istri yang kejam…..

*to be continue*